Kamis, 18 Desember 2008

Pengalaman Kuliah dan Praktikum PTI

Berbicara tentang kuliah, mari kita Flashback ulang sebelum memasuki dunia Sistem Informasi. Sebelum memasuki dunia perkuliahan, sebelumnya kita di gembleng selama 4 hari dengan tema kegiatan OMB (Orientasi Mahasiswa Baru) dalam rangka melatih mental kita dan memberi gambaran tentang bagaimana kehidupan di lingkungan ITS. Hari pertama begitu menggoda (untuk tidak ikut OMB). Begitu menjelang hari - hari berikutnya, ternyata lumayan menantang dan penuh rintangan yang lumayan berat. Namun di balik itu semua, ternyata terdapat pengalaman yang sangat berharga (termasuk pengalaman memalukan: nangis waktu OMB) dan juga makin banyak kenalan. Tapi juga banyak juga yang aneh - aneh seperti Aulia Ardy (Abang), Hafizh (Kakek), Wandi (Mas), dll. Namun dibalik itu semua, tanpa mereka, angkatan SI 2008 tidak akan meriah.

Beberapa bulan kemudian masa perkuliahanpun telah dimulai. Masa - masa yang telah lama dinanti - nantikan semenjak SMA. Namun apa yang di bayangkan jauh dari kenyataan. Ternyata kuliah itu tidak seperti yang terlihat di film - film yang ada di TV. Selain banyak tugas, materi pelajarannya pun lumayan membingungkan. Ditambah lagi pengkaderan dari senior yang ternyata masih belum berakhir (fuih..... capek dech). Kuliah itu sebenarnya sangat menyenangkan apalagi ketika diketahui bahwa terdapat TPB untuk semester satu (Kalkulus dan Fisika Dasar), Rasanya kuliah itu serasa kuliah itu menjadi penyemangat hidup saya (tolong jangan d anggap serius, cuma makna kias saja).

Langsung ke masalah inti dari kuliah di jurusan Sistem Informasi. PTI!. Sangat beruntung sekali PTI ada di dalam mata kuliah jurusan Sistem informasi. Alasan konkritnya, di dalam mata kuliah PTI, banyak sekali di jelaskan masalah - masalah tentang Teknologi Informasi. Apalagi penjelasannya sangat detail, mulai dari pengenalan Teknologi Informasi, hingga permasalah mendetail tentang bisnis berbasis Teknologi Informasi.

Di jurusan Sistem Informasi, juga terdapat praktikum. pertama kali denger namanya sich, sepertinya menyenangkan. Tapi setelah melaksanakannya, ternyata susahnya minta ampun. Namun berkat penyakit insomnia yang di dapat dari OMB, dan juga kerena sudah mulai terbiasa dengan kondisi tidur malam, lama - kelamaan juga akhirnya mulai terbiasa. Pernah suatu hari (dongeng nech...) pada hari yang mana aku sendiri juga lupa (dieng....!!!),ketika itu giliranku menjadi tutor pada praktikum PTI. Bukannya sombong sich, tapi waktu kelompokku yang bertugas menjadi tutor, presentasinya sangat bagus sekali, apalagi di dukung oleh orang - orang yang agak kurang profesional (Route, Hardian, Yusuf, Diksa, hehehe...). Namun setelah presentasi selesai di lakukan, sewaktu sesi post test, ternyata terdapat ASPRAK (Asisten Praktikum) yang dengan begitu nikmatnya tertidur di belakang. Ciri - cirinya sich kulit putih, agak ganteng, wajahnya pun sudah terpampang di plasa SI, dengan senyum yang penuh pesona. Waktu itu sich sempat aku rekam, namun berhubung ternyata ketahuan ama Mas Dipta, dan dengan penuh kemesraan Mas Dipta melaporkan kejadian tersebut kepada Mas Ha*** (waduh, jangan - jangan HIMA**), dengan terpaksa saya menghapus rekaman tersebut karena kalau tidak di hapus, hidup saya akan terancam. Maaf ya teman - teman?

Berikut, foto - foto dan video pengalaman sewaktu kuliah dan Praktikum PTI:




Waktu tidur di plasa SI...










Gara - gara kakinya nabil kena anuku, jadinya bangun dech....










Serius di RBC











Narsis di kelas...









HIMAHO lagi serius....










Suasana kelas.....

Minggu, 07 Desember 2008

OPEN SOURCE

OPEN SOURCE adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu orang/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.

Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab.

Konsep open source software pada intinya adalah membuka source code dari sebuah software. Dengan mengetahui logika yang ada di kode sumber, maka orang lain dapat membuat perangkat lunak yang sama fungsinya. Open source hanya sebatas itu. Artinya, tidak harus gratis. Kita bisa saja membuat perangkat lunak yang kita buka kode sumbernya, mempatenkan algoritmanya, medaftarkan hak ciptanya, dan tetap menjual perangkat lunak tersebut secara komersial.



definisi open source yang asli seperti tertuang dalam OSD (Open Source Definition) yaitu:
• Free Redistribution
• Source Code
• Derived Works
• Integrity of the Authors Source Code
• No Discrimination Against Persons or Groups
• No Discrimination Against Fields of Endeavor
• Distribution of License
• License Must Not Be Specific to a Product
• License Must Not Contaminate Other Software

Keberadaan open source software ini sangat ditunjang oleh internet. Mula-mula Open source software diambil dari internet kemudian digunakan oleh orang dan diperbaiki apabila ada kesalahan. Hasil perbaikan dari open source ini kemudian dipublikasikan kembali melalui internet yang memungkinkan orang lain menggunakan dan memperbaikinya. Dan begitulah seterusnya. oleh karena itu open source software akan terus berkembang dan tidak mungkin ketinggalan jaman.

Dalam segi keamanan penggunaan open source software cukup aman. Jika kita mengunakan software berlisensi kita tidak mungkin tahu apa saja perintah-perintah yang terjadi ketika kita meng-klik tombol instalasi software tersebut di komputer kita. Bila orang yang membuat software tersebut adalah orang jahat tentunya dia bisa menyisipkan perintah untuk menyalin data-data pribadi kita melalui software lisensi yang dia buat. Tentu kita tidak akan tahu maksud jahatnya bila belum melihat source yang dia buat bukan?. Tapi jika kita mengunakan software open source kita dapat melihat semua source dan perintah-perintah pemograman dengan jelas. Kita bisa mengetahui apakah ada kode jahat didalam aplikasi tersebut.

contoh open source software

* PHP
* MySQL
* Linux
* Apache (web server)
* perl
* fetchmail

Web 1.0 ; Web 2.0 ; Web 3.0

SEMANTIC WEBSITE

Apabila pada era web 1.0, anda membuka internet browser dan mulai mencari informasi, dan yang anda dapatkan adalah sebuah teknologi bagaikan buku raksasa, dimana anda harus mencari halaman demi halaman untuk menemukan informasi tersebut.

Apabila pada era web 2.0, anda membuka internet browser dan mulai mencari informasi, kini anda bisa menanyakan pada yang lain, berkomunikasi dengan sahabat lain, bertukar pikiran dengan pengguna internet lain. Sehingga informasi yang dilahirkan kini menjadi lebih lengkap berkat kolaborasi. Contohnya pada sebelumnya ensiklopedia.com menyajikan seluruh informasi yang anda butuhkan, namun kini wikipedia.com menyajikan seluruh pengetahuan yang anda ketahui kepada orang lain juga sebaliknya sehingga menjadi semakin powerful dan lengkap. Dengan kata lain kita memasukan unsur manusia lain ke dalam internet.

Datanglah kini web 3.0, semantic web adalah website yang dilengkapi dengan fitur komputer yang berpikir, dimana apabila kita mencari sebuah kata, katakanlah “kuda”. Maka sebenarnya bisa berarti kita sedang membutuhkan informasi / data biologi ttg spesies kuda, atau kita sedang mencari mainan berbentuk kuda, atau kita sedang mencari DVD ttg kuda, atau lainnya …

Selama ini, untuk menentukan itu hanya bisa dilakukan dengan partisipasi manusia. Namun pada semantic web diharapkan komputer bisa menggantikan peran manusia untuk “berpikir, analisa dan menentukan” informasi yang sedang dibutuhkan.

Keterbatasan pada bahasa HTML saat ini membuat konsep ini belum bisa berkembang. Namun solusi demi solusi mulai dilahirkan untuk mewujudkannya. Seperti Resource Description Framework (RDF), Web Ontology Language (OWL), and Extensible Markup Language (XML) dianggap adalah bahasa pemograman yang akan mewujudkan impian semantic web yang maksimal di masa akan datang.

Namun dilain pihak juga banyak yang sanksi pada ide dibalik konsep web 3.0 bisa terwujud. Sehingga pada umumnya konsep 3.0 belum bisa dirangkum secara jelas secara praktis. Anehnya saya menemukan banyak sekali orang yang berusaha melakukan definisi seolah - olah web 3.0 telah pasti dan jelas konsepnya.



Mungkin ini beberapa referensi ciri khas dari web 3.0

* transformation dari tmp penyimpanan yang bersifat terpisah pisah menjadi satu.
* ubiquitous connectivity, memungkinkan info diakses di berbagai media.
* network computing, software-as-a-service business models, Web serviceS
*interoperability, distributed computing, grid computing and cloud computing;
* open technologies, sebagian besar semuanya berjalan dalam platform open source / free.
* open identity, OpenID, seluruh info adalah bebas dan sebebas - bebasnya.
* the intelligent web, Semantic Web technologies such as RDF, OWL, SWRL, SPARQL, GRDDL, semantic application platforms, and statement-based datastores;
* distributed databases, database terdistribusi dalam WWD ( World Wide Database ).
* intelligent applications.

Dari seluruh sifat dan kriteria tersebut, yang bisa dijelaskan dan masih dapat diperkirakan berhasil barulah semantic web.

Jumat, 14 November 2008

Perbedaan Jurusan Sistem Informasi dengan jurusan komputer lainnya

Saat ini banyak jurusan yang menekankan pada teknologi informasi yang mana semuanya memiliki poros yang berbeda - beda. Ada yang cenderung ke perangkat keras, ada pula yang lebih mengutamakan perangkat lunaknya dan ada juga yang mengandalkan perangkat keras dan perangkat lunak.

Semua jurusan (program studi) sebenarnya memiliki mata kuliah yang boleh dikatakan “sama”, hanya pembobotannya berbeda. Bobot inilah yang nantinya menentukan jalur karier dan bidang kerja lulusan. Kompetensi lulusan setiap jurusan biasanya di desain seperti di bawah:

  1. Computer Engineering (CE) (Jurusan Sistem Komputer atau Teknik Komputer) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu mendesain dan mengimplementasikan sistem yang terintegrasi baik software maupun hardware
  2. Computer Science (CS) (Jurusan Teknik Informatika atau Ilmu Komputer) diharapkan menghasilkan lulusan dengan kemampuan yang cukup luas dimulai dari penguasaan teori (konsep) dan pengembangan software.
  3. Information System (IS) (Jurusan Sistem Informasi atau Manajemen Informatika) diharapkan menghasilkan lulusan yag mampu menganalisa kebutuhan (requirement) dan proses bisnis (business process), serta mendesain sistem berdasarkan tujuan dari organisasi
  4. Information Technology (IT) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu bekerja secara efektif dalam merencanakan, mengimplementasikan, mengkonfigurasi dan memaintain infrastruktur teknologi informasi dalam organisasi.
  5. Software Engineering (SE) diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu mengelola aktifitas pengembangan software berskala besar dalam tiap tahapannya (software development life cycle).


Computing Curricula membuat suatu komparasi umum dan pembobotan mata kuliah tiap jurusan dengan visualisasi grafis seperti di bawah. Sumbu horizontal menggambarkan arah pengembangan (apakah lebih teoritis atau lebih praktis), sedangkan sumbu vertikal menggambarkan topik dan desain mata kuliah yang diajarkan. Pembobotan ditandai dengan warna abu-abu tua pada visualisasi gambar.







Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberikan pemahaman untuk teman-teman sekalian yang bingung memilih kuliah di bidang komputer (computing). Masalah jurusan yang mana yang baik, ini tergantung “minat, keinginan, dan potensi” teman - teman sekalian. Saya yakin tidak seorangpun yang bisa menjudge suatu jurusan lebih baik daripada jurusan lain. Sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa “peluang” lebih utama daripada “minat, keinginan dan potensi”.

Yang terakhir, perlu diperhatikan bahwa ada beberapa irisan bidang computing dengan bidang lain yang sepertinya mirip tapi sebenarnya beda. Misalnya, bagi yang ingin mendalami desain grafis dan animasi secara mendalam, saya sarankan tidak masuk ke salah satu dari lima jurusan computing diatas. Akan lebih baik apabila masuk ke jurusan desain komunikasi visual (DKV), yang biasanya ada di bawah fakultas seni rupa. Saya jamin lebih pas untuk yang berminat di animasi dan desain grafis. Banyak mahasiswa yang cita-citanya menjadi animator dan graphics designer akhirnya harus melongo dan menyesal karena salah masuk ke jurusan computing.

Senin, 06 Oktober 2008

Google Chrome

Sejarah Google Chrome



GoogleChrome adalah sebuah aplikasi web browser baru yang diluncurkan oleh google, perusahaan situs engine search terbesar di dunia. Anda pasti pernah menggunakan fasilitas dari Mozilla firefox, atau Opera untuk ber-browsing ria di dunia maya. Nah, kali ini anda bisa mencoba fasilitas google chrome ini.Walaupun masih versi BETA (masih dalam penyempurnaan), namun tidak ada salahnya untuk mencoba. Google Chrome diluncurkan pada tanggal 2 September 2008 dalam 43 bahasa. Sebenarnya web browser baru ini direncanakan dilucurkan pada taggal 3 September 2008. Si pembuat komik google, Scoot Mcloud telah mengirimkan kepada para jurnalis dan blogger tentang penjelasan dan motivasi google chrome ini. Kemudian blogger dari Jerman Philip Lensenn membuat copyan 38 hal dari komik tersebut. Kemudian google menampilkan dalam blognya. Khusus pengguna Linux dan MAC, anda harus gigit jari dulu. Karena google chrome versi OS tersebut masih dalam perbaikan.

Kelebihan Google Chrome

1. JavaScript Virtual Machine yang dinamakan V8, dengan didukung oleh V8, maka browser ini akan memompa kecepatan browser menjadi beberapa kali lipat dan seperti para programmer java tahu bahwa, JVM mempunyai kelebihan di dalam menghemat memori, robust, dan reliable.

2. Google Chrome menggunakan spesial tabs di dalam tasking dari satu jendela ke jendela lain. Spesial tabs ini berbeda seperti yang tampak pada browser Mozilla kita yang tabs nya terletak dibawah address bar, tabs Google Chrome akan terletak diatas.

Photobucket

3. Browser mempunyai kelebihan auto-completion di address bar yg dinamakan omnibox. Kemampuan ini nampaknya memang patut dikagumi. Google Chrome akan memberikan search suggestions ketika kita mengetik kata kunci yang kita inginkan. Search suggestion yang kita berikan spt “canon digital camera” akan menjadi “digital camera”.

4. Google Chrome mempunyai fitur “speed dial” yg hampir sama dengan browser Opera, dimana memberikan thumbnails screenshot terhadap 9 halaman yang paling sering kita kunjungi dan menampilkan latest bookmark dan latest search.

Photobucket

5. Incognito, sebuah fitur yang menjaga privasi seperti halnya Microsoft dengan InPrivate. Cara kerja dan kemampuan incognito nanti akan kita bahas lebih dalam setelah browser ini bisa didownload dan dipakai..
6. Google Chrome akan selalu / setiap saat mendownload list situs-situs berbahaya yang akan mencegah penyebaran malware/spyware/worm dan serangan-serangan lain spt phising dan pencurian identitas, dll
Dengan fitur-fitur yang wow diatas, saya rasa tidak ada lagi keraguan bagi kita utk mencoba menggunakan Google Chrome sebagai browser masa depan kita!
Kecepatan,Keamanan,Kenyamanan serta Kemudahan adalah kuncinya !


Pengalaman

Saat pertama kali menginstall google chrome, saya bertanya:"mengapa tidak bisa mengaktifkannya?"Ternyata memang google sengaja menggunakan fasilitas internet untuk menginstallnya. Jadi, anda harus terkoneksi ke internet untuk menginstall google chrome. Setelah membuka google chrome, saya sedikit kaget. Tampilan yang sangat sederhana dan menurut saya sedikit modern terpampang. Sedikit binggung juga, namun lama-kelamaan akan terbiasa. Meskipun memang sedikit cepat dalam membuka situs-situs, namun ada sedikit kekurangan. Ada beberapa situs yang tidak bisa dibuka. Selain itu juga untuk connect ke wi-fi juga sedikit susah. Saya pribadi butuh beberapa kali percobaan untuk akhirnya bisa wi-fi an menggunakan google chrome.

Perbandingan

Kesimpulan saya, google chrome adalah web browser yang cukup cepat, dengan desain yang sangat menarik. Walaupun masih versi BETA, namun tidak bisa dibayangkan kelak bila sudah sempurna. Kemungkinan google chrome akan mengalahkan Mozilla firefox.